Archive for the ‘PTI’ Category

Topik tentang privasi di Facebook memang masih terus dan mungkin akan selalu dibicarakan, bahkan setelah Facebook meluncurkan pengaturan privasi yang lebih mudah, masalah privasi ini masih akan terus ditanyakan dan dibahas.

Sekitar seminggu yang lalu Facebook meluncurkan pengaturan baru yang mereka klaim lebih mudah digunakan dan menjawab berbagai keluhan tentang pengaturan privasi yang membingungkan sehingga membuat malas para penggguna Facebook untuk melakukan revisi atas privasi mereka,

Beberapa hari yang lalu, pengaturan privasi Facebook ini telah bisa dinikmati, di halaman Facebook saya telah muncul kotak notifikasi tentang pengaturan privasi yang baru ini (mungkin bagi pengguna lain juga sudah ada). Notifikasi ini akan muncul ketika pertama kali anda membuka akun Facebook anda, yang akan terus muncul di sana sebelum anda masuk ke pengaturan privasi tersebut dan setelahnya anda klik close, selain itu, seperti yang ditulis TheNextWeb, Facebook juga membuat page khusus yang bernama Facebook and Privacy yang berisi berbagai info dan berita seputar privasi di Facebook.

Info-info yang terdapat di page ini terdiri dari link berita dari berbagai layanan berita global seperti Time, Forbes, WashingtonPost, serta berbagai situs lain, ada pula penjelasan video yang kesemuanya mempunyai topik yang sama yaitu tentang privasi di Facebook.

Usaha-usaha Facebook untuk menjelaskan tentang masalah privasi ini memang cukup besar, tidak hanya CEO mereka Mark Zuckerberg yang terus menjelaskan tentang masalah ini, tapi juga lewat berbagai fasilitas yang ada di Facebook sendiri, seperti page tentang privasi di atas yang saya pikir cukup bermanfaat bagi mereka, pengguna Facebook yang punya ingin mengetahui lebih jauh masalah privasi di Facebook.

Jika pengaturan privasi di akun Facebook anda sudah bisa digunakan, kalau boleh saya menyarankan, coba buka halaman pengaturan itu, baca secara detail dan tentukan, informasi apa yang anda ingin bagi para dunia luas di internet, luangkan waktu sebentar, tunda update status untuk beberapa menit dan baca secara detail setiap bagian dari pengaturan privasi tersebut.

Kalau saya sendiri, ada tiga hal yang langsung saya cek dan saya ubah, pertama adalah tentang informasi apa saja yang saya bagi di Facebook, termasuk status, foto, post serta berbagai informasi tentang profil saya dan menentukan mana yang ingin ditampilkan di publik mana yang hanya bisa dilihat oleh teman saya saja, dan mana yang hanya bisa dilihat hanya oleh saya pribadi.

Yang kedua adalah pilihan pengaturan Aplication and Websites, yang bisa ditemukan di bagian kiri bawah halaman pengaturan privasi, lalu mengubah pengaturan aplikasi apa saja yang bisa ’spam’ ke akun Facebook saya, serta mengubah pengaturan tentang informasi apa saja yang bisa ‘diambil’ oleh website atau aplikasi tersebut ketika teman saya menggunakan aplikasi serupa.

Masih banyak pengaturan lain yang bisa anda cek satu-satu, dan tentu saja pengaturan privasi ini akan berbeda antara satu pengguna dan penguna lain, jadi, yuk cek pengaturan privasi anda, luangkan waktu sebentar dan ubah mana yang menurut anda kurang relevan atau bisa ‘membahayakan’ privasi anda.

Untuk halaman tentang privasi dari Facebook, anda bisa ‘Like’ halaman itu di link ini, dan mendapatkan berbagai update beritanya, atau anda bisa mampir ke halaman khusus privasi Facebook di sini. Anda juga bisa cek pilihan privasi dari akun anda, klik pilihan Account dibagian kanan atas kemudian klik link Privacy Settings.

Sudahkah anda perbaharui pengaturan privasi Facebook anda? Mari share pendapat anda, siapa tahu bisa membantu pengguna lain untuk mulai mengatur privasi Facebook mereka.

Advertisements

Google mengumumkan bahwa kini Google Wave telah tersedia untuk semua orang, anda bisa menggunakannya tanpa undangan khusus (seperti sebelumnya), cukup sign ini di wave.google.com dan anda telah bisa menikmati produk dari Google ini, yang diluncurkan untuk kalangan terbatas (invote only) tahun lalu.

Google Wave kini masuk dalam bagian dari berbagai aplikasi yang ada di Google Labs. Perkembangan ini merupakan salah satu dari sekian banyak pengumuman lain dari Google yang mereka umumkan di Google I/O, konferensi developer terbesar mereka.

Dengan peluncuran ‘babak dua’ ini, ada beberapa hal baru yang bisa dinikmati oleh user dan developer. Beberapa diantaranya antara lain, kemudahan untuk menggunakan Wave, yang kini tanpa undangan khusus, kemudahan integrasi Wave bagi mereka yang menggunakan Google Apps, baik itu kalangan bisnis, sekolah atau organisasi, serta beberapa perbaikan dari Wave API termasuk semakin banyaknya ‘Google Wave’s code’ yang di-opensource-kan sehingga para developer bisa membangun layanan Wave mereka sendiri.

Selain itu ada Google mengatakan bahwa kini Wave bisa digunakan dengan lebih stabil dan lebih cepat serta diusahakan lebih mudah untuk digunakan, kemudahan yang ditawarkan seperti memungkinkan anda mendapat notifikasi lewat e-mail jika ada perubahan dari Wave anda, kemudahan navigasi untuk membaca bagian dari Wave, menghilangkan partisipan, penambahan pilihan ‘permission management’, serta perubahan di bagian ‘extensions gallery’ yang kini lebih mudah untuk melihat, memilih, mencoba extension yang tersedia.

Sejak kemunculannya, Google Wave memang mencuri perhatian publik, meski tidak terlalu banyak diadopsi oleh user, hanya sekitar satu juta pengguna aktif, tapi bayangan tentang cara kerja masa depan yang bertumpu pada kerja kolaborasi realtime dalam satu aplikasi yang kaya akan fitur, memang menjadi sebuah impian masa depan.

Saya sendiri menjadi salah satu user yang masuk dalam antusiasme berlebihan (pada waktu itu) ketika Wave muncul pertama kali, sempat menunggu dengan sangat invitation mereka, setelah mendapatkannya, begitu antusias untuk mencoba dan mengundang teman-teman saya untuk juga ikut mencoba dan melakukan semacam test kolaborasi, namun pada akhirnya, pertanyaan “so what?” malah membuat saya menyimpan aplikasi ini dan tidak menggunakannya lagi.

Salah satu faktor yang menghambat adaptasi Wave bisa jadi karena cara kerja kolaborasi memang belum terlalu dibutuhkan, setidaknya di tingkat lokal. Antusiasme juga terbangun oleh beberapa fitur yang nampak keren, namun pada pelaksanaannya fitur-fitur ini belum bisa digunakan karena masih dalam taraf perkembangan atau diberi label ‘coming soon’.

Namun kini, sepertinya kita memang harus memberi kesempatan kedua bagi Google Wave, saya mencobanya kembali, setelah sekian lama, dan penggunaannya terasa lebih cepat, jika dulu untuk login saja membutuhkan waktu lama, kini tidak lagi, extension yang menjadi bagian utama yang paling menarik, juga mengalami perbaikan, dari segi penempatan serta proses pemilihannya yang lebih baik, serta jumlahnya yang bertambah, salah satu extension yang akan menjadi favorit saya adalah ConceptDraw MindWave.

Untuk memanggil kembali user yang ‘meninggalkan’ Wave, Google juga memberikan banyak contoh pada blog mereka dari kerja kolaborasi yang digunakan di berbagai bidang, termasuk penggunaan cara kerja jurnalisme baru yang digunakan Mashable dalam melakukan wawancara serta banyak contoh lain, yang mungkin bisa membuat anda berpikir kembali untuk menggunakan Google Wave.

Anda bisa membaca pengumuman lengkap tentang Google Wave ‘baru’ ini di sini, kemudian untuk fitur baru extension gallery di sini, kemudian untuk anda para developer yang tertarik dengan Wave API, anda bisa membaca pengumuman lengkap serta perkembangan terbaru dari API mereka di sini.

Saya sendiri langsung tertarik untuk mencoba kembali Wave ‘babak dua’ ini, meskipun pertanyaan lanjutan muncul di kepala saya: “dengan siapa saya harus melakukan kerja kolaborasi?” Karena Wave adalah tentang kerja kolaborasi, dan pertanyaan tentang sistem kerja di sini yang mendukung kerja kolabiras kolaborasi penuh masih tetap relevan karena aplikasi ini akan berguna jika sistem kerja kita pun telah mendukung penuh kerja kolaborasi.

Bagaimana dengan anda, apakah Google Wave layak mendapatkan kesempatan kedua? Atau anda sudah terlalu malas untuk menggunakannya karena kecewa dengan gegap gempita yang hanya ada pada awal kemunculan Google Wave? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.

source : dailysocial.net

Ini salah satu alasan kenapa saya suka Kaskus, they listen to their users. Memasang iklan di sebuah situs web memang merupakan pekerjaan yang tidak mudah, harus menelepon ke sales dan meminta rate card, negosiasi, mengirimkan pembayaran, kwitansi, aahhh.. repot!

Kenapa tidak membuat sebuah sistem online yang memungkinkan seseorang untuk beriklan di sebuah website 100% melalui media online? Itulah yang telah diselesaikan oleh Kaskus dengan KAD (Kaskus Ad). Di situs tersebut anda bisa langsung register dan memasang iklan di Kaskus, tentunya jika anda sudah memiliki invite code dari Admin Kaskus. Kabarnya, permintaan invitation code untuk KAD ini lumayan besar lho, menandakan ketertarikan orang untuk beriklan di Kaskus.

Saya sendiri belum mendapatkan invitation code untuk register ke situs ini, namun agaknya relatif sama dengan platform OpenX atau ad manager lainnya. Disana yang pasti anda bisa mengupload banner dan menempatkan banner ada (beserta link) di forum Kaskus sesuai dengan timeframe yang anda pilih. Untuk metode pembayarannya pun hanya bisa menggunakan KasPay, platform pembayaran milik Kaskus.

Menurut saya KAD ini bisa menegaskan karakteristik dari Kaskus yaitu : from user for user. Menurut anda?

Source : dailysocial.net

Twitter dikabarkan sedang melakukan uji fitur yang berhubungan dengan relasi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya. Fitur bernama ‘You Both Follow’ ini memungkinkan pengguna untuk melihat siapa saja orang yang anda serta user lain sama-sama follow.

Seperti yang dituliskan oleh TechCrunch, fitur yang sedang di uji pada sekitar 10% pengguna Twitter ini mirip dengan fitur yang dimiliki Facebook saat ini yaitu fitur friends in common. Fitur ‘You Both Follow’ juga secara teori hampir sama seperti fitur Facebook tersebut, misalnya anda sedang melihat akun DailySocial, maka nantinya di bagian atas tab following akan ada keterangan tentang siapa saja user lain yang anda dan DailySocial sama-sama follow.

Berita tentang fitur baru ini muncul ketika salah seorang Twitter engineer mem-post tweet yang berisi keterangan tentang uji fitur baru Twitter ini, dan masih seperti yang ditulis TechCrunch, Twitter juga sepertinya akan mengembangkan lebih jauh lagi fitur ini.

Kita tunggu saja, apakah fitur ini lolos uji dan akan dinikmati oleh user umum, kalau saya sendiri sepertinya akan menunggu fitur ini bisa digunakan, meski harus mengakses Twitter web, karena sepertinya akan menarik untuk melihat relasi antar user di twitterverse, minimal memudahkan untuk mem-follow orang lain dengan interest following user yang sama. Selain itu, menjadi menarik juga untuk melihat bagaimana para pengembang pihak ketiga akan mengintegrasikan fitur ini dalam aplikasi mereka.

Bagaimana dengan pendapat anda? Apakah fitur baru ini nantinya akan berguna bagi anda? Mari share pada kolom komentar.

Source : dailysocial.net

Mozilla baru saja mengumumkan sebuah langkah cerdik untuk melebarkan sayap mereka ke mobile, khususnya iPhone. Dan bukan, kali ini bukan browser, melainkan Firefox Home, yaitu sebuah app yang menjadi penyambung aktivitas browsing di desktop (lewat Firefox tentunya) ke mobile device.

Firefox Home ini akan membawa semua bookmark, tab yang terbuka, hingga history browsing kita di Firefox desktop. Untuk ini, Mozilla mengaplikasikan teknologi Firefox Sync mereka yang seperti namanya bisa untuk sinkronisasi muatan antar Firefox di berbagai mesin.

Appnya sendiri masih sedang dalam pengembangan, dan seperti halnya semua app untuk iPhone lainnya, begitu disubmit ke Apple entah kapan akan di-approvenya.

Satu fitur yang kayaknya bakal gue suka banget adalah awesome bar-nya Firefox yang ikut masuk ke app ini. Awesome bar ini adalah address bar Firefox yang “pinter”, di mana kita bisa ngetik apa aja dan nanti dia akan nyari ke judul-judul halaman serta URL yang pernah kita kunjungi.

Jadi kalau kemarin sempet buka halaman yang ada fotonya Megan Fox, terus lupa alamatnya, tinggal tulis aja “Megan Fox” di awesome bar ini dan nanti dia akan ngasih usulan URL mana yang pernah kita kunjungi. Bisa juga jadi pengganti search engine, misalnya mau buka halaman Wikipedia-nya serial Lost, tulis aja “wikipedia lost” nanti dia dengan pinternya akan langsung ngasih halaman itu.

Dominasi Safari dan Opera Mini sebagai dua raksasa browser mobile sempat membuat orang bertanya-tanya, apa strategi Mozilla? Firefox begitu perkasa sebagai browser desktop dan posisinya kian hari kian mantap, tapi belum tampak tanda-tanda mereka akan mencoba mendominasi dunia mobile. Terhitung baru Firefox Mobile untuk Nokia N900 yang resmi mereka luncurkan Januari lalu.

Cukup unik strategi Mozilla kali ini. Kayaknya menganut filosofi if you can’t beat ‘em, join ‘em. Or in this case, piggyback ‘em. Ga perlu ngotot usaha jadi browser utama di iPhone, cukup kasih penggunanya alasan yang kuat untuk make Firefox di desktop mereka. Settle for less? Belum tentu. Mungkin nanti begitu orang-orang udah seneng make Firefox Home ini, mereka keluarin deh Firefox untuk iPhone. Mungkin lho.

Source : dailysocial.net

Irasshaimase Rakuten!

Posted: June 4, 2010 in PTI, Uncategorized

Rakuten, pemain e-commerce terbesar di Jepang telah tiba di Indonesia. Rakuten melakukan joint venture dengan MNC Group untuk membawa perusahaan dotcom yang mengalahkan Amazon itu ke Indonesia (rakuten.co.id?). Di Jepang sendiri Rakuten merupakan penguasa, mengalahkan pemain global Amazon Japan yang memiliki traction hanya setengah dari Rakuten.

Di Jepang, Rakuten sangat populer dengan penjualan konten digital, satu hal yang tidak dimiliki oleh pesaingnya Amazon Japan. Dengan diferensiasi yang cukup kuat inilah Rakuten dapat terus melenggang hingga sampai ke negeri China. Dengan partnershipnya bersama Baidu, Rakuten makin dekat untuk mengklaim positioning sebagai ecommerce terbesar di dunia.

Rakuten sendiri memang seperti cukup terobsesi untuk menyebarkan layanannya secara internasional, mulai dari mengakuisisi startup LinkShare asal US, hingga membuka kantor Rakuten US di Boston. Rakuten Taiwan, Rakuten Europe yang bermarkas di Luxembourg sukses didirikan tahun 2008 lalu, dan Rakuten Travel juga telah berekspansi hingga ke Korea, Guam, Thailan dan China.

Melihat tingginya potensi pasar di Indonesia, sangatlah masuk akal jika Rakuten mulai beroperasi di Indonesia. It’s a perfect move for Rakuten untuk masuk ke Indonesia, dan bukan tidak mungkin akan mulai mengakuisisi beberapa startup lokal yang berpotensi menjadi ancaman bagi Rakuten.

Keep your friends close, keep your enemies closer.

Rakuten, 歓迎と幸運! Banzaii!

Source : dailysocial.net

Kini Facebook meluncurkan pengaturan privasi baru yang bisa mempermudah pengaturan privasi Facebook anda.

Sebenarnya kalau mau membaca pengaturan privasi di Facebook, kita bisa mengatur konten mana yang bisa dibagikan ke publik, mana yang tidak (dalam artian hanya teman kita saja yang melihatnya) namun permasalahan privasi Facebook bukan hanya tentang konsep privasi itu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana akses untuk pengaturan privasi ini yang njelimet alias cukup sulit untuk digunakan karena memusingkan dan tidak sederhana.

Kini Facebook meluncurkan pengaturan privasi yang lebih sederhana, baik dari tampilan maupun dari pilihan pengaturannya. Setidaknya ada 3 pengumuman tentang perubahan privasi ini, yang saya tulis berdasarkan pengumuman di blog Facebook.

Pertama yang berkaitan dengan kemudahan dalam melakukan kontrol atas siapa saja yang bisa melihat konten yang kita buat. Kemudahan ini termasuk hanya dengan beberapa klik, anda bisa mengatur konten yang anda buat, apakah akan terlihat oleh semua orang (berarti juga semua orang di internet), jaringan pertemanan dari teman anda, atau hanya teman anda saja.

Pengaturan ini juga berlaku atas produk baru yang akan diluncurkan Facebook di masa depan, artinya ketika ada produk baru yang mereka luncurkan, pangaturan privasi yang telah pengguna tentukan, misalnya hanya akan menampilkan konten untuk teman saja, akan tetap berlaku untuk produk baru dari Facebook.

Yang kedua, berkaitan dengan informasi dasar/standar yang berisi nama, profile picture, serta beberapa informasi dasar yang membuat orang lain mudah untuk menemukan akun seseorang di Facebook. Melalui pengumuman privasi terbaru ini, Facebook akan mengurangi informasi dasar yang secara default harus tampil untuk publik.

Termasuk melakukan kontrol atas siapa saja yang bisa melihat teman-teman anda serta pages yang anda punya. Sedangkan beberapa info seperti nama, profile picture, gender, networks, tempat tinggal, serta aktivitas, tetap tampil untuk publik untuk memudahkan proses pencarian atas profil pengguna.

Yang ketiga, Facebook juga mempermudah pengguna untuk mengatur aplikasi serta situs apa saja yang bisa mengakses informasi yang mereka miliki. Jadi jika anda sering merasa terganggu (seperti saya) atas berbagai aplikasi di Facebook, misalnya aplikasi permainan, pilihan privasi baru ini memungkinkan anda untuk mengatur agar tidak ada informasi dari akun anda yang di-share ke berbagai aplikasi atau website tersebut.

Informasi lain, Facebook juga mengatakan bahwa perubahan model privasi yang terbaru ini adalah yang terakhir. Perubahan tentang berbagai hal mengenai privasi di Facebook memang menjadi salah satu yang paling sering disorot oleh publik dan memancing berbagai komentar, termasuk apakah model privasi ini akan berubah lagi atau tidak, nah melalui pengumuman ini Facebook menjelaskan bahwa Facebook’s privacy model telah masuk dalam tahap final, yang berarti jika perubahan yang terakhir ini berguna bagi pangguna Facebook, maka Facebook akan menggunakannya untuk jangka waktu yang lama, jadi pengguna Facebook tidak perlu khawatir akan perubahan model privasi di waktu mendatang.

Well, salah satu yang ditekankan dari perubahan privasi terbaru ini adalah kemudahan dalam melakukan pengaturan serta kontrol atas data, informasi, konten serta relasi dengan aplikasi atau ‘dunia luar’ atas akun Facebook anda. Jadi sebenarnya pengguna itu sendiri tetap harus membaca secara rinci tentang masalah koneksi atau akses yang akan diperbolehkan atas akun mereka.

Semoga saja tampilan privasi baru, yang akan berlaku untuk user umum dalam beberapa minggu ke depan ini, bisa membuat para pengguna Facebook menghilangkan rasa malas mereka untuk melakukan pengaturan privasi. Dan terutama, perubahan ini bisa membuat kontrol atas informasi yang ada di akun Facebook lebih dimaksimalkan.

Source : dailysocial.net