User Profile kelilingbandung.co.cc

Posted: December 15, 2010 in Uncategorized

Phychological analytics

– Attitude : Positive
– Cognitive Style : Verbal and spatial
– Motivation : High due to interest
– Design Goal : Power Ease of Use, Ease to learn and remember

 

User’s Knowledge and Experience
– Minimum Education Level : High School
– Reading Level : Related to Educational Level
– Typing Skill : Average
– Computer Literacy : Low-Moderate
– Task Experience : Low-Moderate
– System Experience : Low-Moderate
– Application Experience : Low-Moderate

 

User’s  Need, Job and Task Characteristic
– Frequency of use : Moderate
– Primary Training : Little or no training
– System Use : Discretionary
– Task Importance : Low
– Task Structure : Low
– Turnover Rate : High

 

User’s Physical Characteristic

-Age : Young-Adult
– Handedness : Ambidextrous
– Gender : Male and Female

Mock up kelilingbandung.com

Posted: December 4, 2010 in Uncategorized

 

Kota Bandung merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat. Dahulu kala, kota Bandung dikenal dengan Parijs van Java yang berasal dari bahasa belanda yang berarti Paris dari Jawa. Bandung merupakan tempat yang terletak di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan sehingga memiliki hawa yang sejuk. Hal tersebut merupakan salah satu alasan yang menjadikan kota Bandung menjadi kota tujuan wisata.

Kota Bandung merupakan kota yang memiliki unsur historis yang tinggi di setiap sudut kota. Pada tahun ini, Kota Bandung genap berusia 200 tahun. Hal ini akan menarik pengunjung yang berasal dari luar kota untuk mengunjungi kota Bandung. Untuk mendukung hal tersebut, kami membangun sebuah sistem berbasis web untuk memudahkan pengunjung yang berasal dari luar maupun masyarakat lokal kota Bandung yang akan berwisata di kota Bandung.

Kami berharap web yang kami bangun akan berguna untuk mempromosikan pariwisata kota Bandung. Sehingga sasaran kami adalah Dinas Pariwisata Kota Bandung yang berlaku sebagai admin. Admin web ini berhak dan bertugas mengisi informasi tentang kota Bandung untuk mempromosikan pariwisata kota Bandung. Sedangkan, wisatawan yang berwisata di kota Bandung akan menjadi pengunjung dari web ini. Dengan mengakses web ini, diharapkan akan membantu pengunjung ketika akan berwisata di kota Bandung.

Kami akan membangun web dengan menggunakan CMS Joomla dengan menggunakan widget serta fitur-fitur yang menarik. Kami akan lebih menonjolkan sisi historis dan artistik dari kota bandung dengan kesan simple namun tetap elegant untuk tampilan dari halaman web.  Informasi yang terdapat di dalam web yang akan kami bangun akan kami bedakan menjadi beberapa kategori, seperti lokasi favorit, kuliner, kebudayaan, informasi mengenai kota Bandung dan kumpulan gambar serta foto yang menggambarkan setiap sudut kota Bandung. Kami mempersilakan pengunjung untuk berkomentar dan memberikan informasi tambahan dalam web di dalam comment box. Selain itu, kami akan menyediakan link untuk mendownload peta kota Bandung.

Kota Bandung merupakan kota yang memiliki beragam kebudayaan, kuliner serta tempat pariwisata. Dengan  membuka web yang akan kami bangun, pengunjung dapat menikmati fitur-fitur dan informasi yang kami sediakan untuk memudahkan perjalanan pengguna. Web kami akan memberikan saran mengenai tempat-tempat favorit yang biasa di kunjungi.

Kota Bandung merupakan kota yang selalu sibuk, baik itu siang maupun malam. Baik itu hari kerja maupun hari libur. Sehingga, kami akan menyediakan informasi yang dapat di akses kapan dan dimana saja. Harapan kami dengan mengakses web ini, pengunjung akan semakin tertarik untuk berpariwisata ke kota Bandung.

Topik tentang privasi di Facebook memang masih terus dan mungkin akan selalu dibicarakan, bahkan setelah Facebook meluncurkan pengaturan privasi yang lebih mudah, masalah privasi ini masih akan terus ditanyakan dan dibahas.

Sekitar seminggu yang lalu Facebook meluncurkan pengaturan baru yang mereka klaim lebih mudah digunakan dan menjawab berbagai keluhan tentang pengaturan privasi yang membingungkan sehingga membuat malas para penggguna Facebook untuk melakukan revisi atas privasi mereka,

Beberapa hari yang lalu, pengaturan privasi Facebook ini telah bisa dinikmati, di halaman Facebook saya telah muncul kotak notifikasi tentang pengaturan privasi yang baru ini (mungkin bagi pengguna lain juga sudah ada). Notifikasi ini akan muncul ketika pertama kali anda membuka akun Facebook anda, yang akan terus muncul di sana sebelum anda masuk ke pengaturan privasi tersebut dan setelahnya anda klik close, selain itu, seperti yang ditulis TheNextWeb, Facebook juga membuat page khusus yang bernama Facebook and Privacy yang berisi berbagai info dan berita seputar privasi di Facebook.

Info-info yang terdapat di page ini terdiri dari link berita dari berbagai layanan berita global seperti Time, Forbes, WashingtonPost, serta berbagai situs lain, ada pula penjelasan video yang kesemuanya mempunyai topik yang sama yaitu tentang privasi di Facebook.

Usaha-usaha Facebook untuk menjelaskan tentang masalah privasi ini memang cukup besar, tidak hanya CEO mereka Mark Zuckerberg yang terus menjelaskan tentang masalah ini, tapi juga lewat berbagai fasilitas yang ada di Facebook sendiri, seperti page tentang privasi di atas yang saya pikir cukup bermanfaat bagi mereka, pengguna Facebook yang punya ingin mengetahui lebih jauh masalah privasi di Facebook.

Jika pengaturan privasi di akun Facebook anda sudah bisa digunakan, kalau boleh saya menyarankan, coba buka halaman pengaturan itu, baca secara detail dan tentukan, informasi apa yang anda ingin bagi para dunia luas di internet, luangkan waktu sebentar, tunda update status untuk beberapa menit dan baca secara detail setiap bagian dari pengaturan privasi tersebut.

Kalau saya sendiri, ada tiga hal yang langsung saya cek dan saya ubah, pertama adalah tentang informasi apa saja yang saya bagi di Facebook, termasuk status, foto, post serta berbagai informasi tentang profil saya dan menentukan mana yang ingin ditampilkan di publik mana yang hanya bisa dilihat oleh teman saya saja, dan mana yang hanya bisa dilihat hanya oleh saya pribadi.

Yang kedua adalah pilihan pengaturan Aplication and Websites, yang bisa ditemukan di bagian kiri bawah halaman pengaturan privasi, lalu mengubah pengaturan aplikasi apa saja yang bisa ’spam’ ke akun Facebook saya, serta mengubah pengaturan tentang informasi apa saja yang bisa ‘diambil’ oleh website atau aplikasi tersebut ketika teman saya menggunakan aplikasi serupa.

Masih banyak pengaturan lain yang bisa anda cek satu-satu, dan tentu saja pengaturan privasi ini akan berbeda antara satu pengguna dan penguna lain, jadi, yuk cek pengaturan privasi anda, luangkan waktu sebentar dan ubah mana yang menurut anda kurang relevan atau bisa ‘membahayakan’ privasi anda.

Untuk halaman tentang privasi dari Facebook, anda bisa ‘Like’ halaman itu di link ini, dan mendapatkan berbagai update beritanya, atau anda bisa mampir ke halaman khusus privasi Facebook di sini. Anda juga bisa cek pilihan privasi dari akun anda, klik pilihan Account dibagian kanan atas kemudian klik link Privacy Settings.

Sudahkah anda perbaharui pengaturan privasi Facebook anda? Mari share pendapat anda, siapa tahu bisa membantu pengguna lain untuk mulai mengatur privasi Facebook mereka.

Google mengumumkan bahwa kini Google Wave telah tersedia untuk semua orang, anda bisa menggunakannya tanpa undangan khusus (seperti sebelumnya), cukup sign ini di wave.google.com dan anda telah bisa menikmati produk dari Google ini, yang diluncurkan untuk kalangan terbatas (invote only) tahun lalu.

Google Wave kini masuk dalam bagian dari berbagai aplikasi yang ada di Google Labs. Perkembangan ini merupakan salah satu dari sekian banyak pengumuman lain dari Google yang mereka umumkan di Google I/O, konferensi developer terbesar mereka.

Dengan peluncuran ‘babak dua’ ini, ada beberapa hal baru yang bisa dinikmati oleh user dan developer. Beberapa diantaranya antara lain, kemudahan untuk menggunakan Wave, yang kini tanpa undangan khusus, kemudahan integrasi Wave bagi mereka yang menggunakan Google Apps, baik itu kalangan bisnis, sekolah atau organisasi, serta beberapa perbaikan dari Wave API termasuk semakin banyaknya ‘Google Wave’s code’ yang di-opensource-kan sehingga para developer bisa membangun layanan Wave mereka sendiri.

Selain itu ada Google mengatakan bahwa kini Wave bisa digunakan dengan lebih stabil dan lebih cepat serta diusahakan lebih mudah untuk digunakan, kemudahan yang ditawarkan seperti memungkinkan anda mendapat notifikasi lewat e-mail jika ada perubahan dari Wave anda, kemudahan navigasi untuk membaca bagian dari Wave, menghilangkan partisipan, penambahan pilihan ‘permission management’, serta perubahan di bagian ‘extensions gallery’ yang kini lebih mudah untuk melihat, memilih, mencoba extension yang tersedia.

Sejak kemunculannya, Google Wave memang mencuri perhatian publik, meski tidak terlalu banyak diadopsi oleh user, hanya sekitar satu juta pengguna aktif, tapi bayangan tentang cara kerja masa depan yang bertumpu pada kerja kolaborasi realtime dalam satu aplikasi yang kaya akan fitur, memang menjadi sebuah impian masa depan.

Saya sendiri menjadi salah satu user yang masuk dalam antusiasme berlebihan (pada waktu itu) ketika Wave muncul pertama kali, sempat menunggu dengan sangat invitation mereka, setelah mendapatkannya, begitu antusias untuk mencoba dan mengundang teman-teman saya untuk juga ikut mencoba dan melakukan semacam test kolaborasi, namun pada akhirnya, pertanyaan “so what?” malah membuat saya menyimpan aplikasi ini dan tidak menggunakannya lagi.

Salah satu faktor yang menghambat adaptasi Wave bisa jadi karena cara kerja kolaborasi memang belum terlalu dibutuhkan, setidaknya di tingkat lokal. Antusiasme juga terbangun oleh beberapa fitur yang nampak keren, namun pada pelaksanaannya fitur-fitur ini belum bisa digunakan karena masih dalam taraf perkembangan atau diberi label ‘coming soon’.

Namun kini, sepertinya kita memang harus memberi kesempatan kedua bagi Google Wave, saya mencobanya kembali, setelah sekian lama, dan penggunaannya terasa lebih cepat, jika dulu untuk login saja membutuhkan waktu lama, kini tidak lagi, extension yang menjadi bagian utama yang paling menarik, juga mengalami perbaikan, dari segi penempatan serta proses pemilihannya yang lebih baik, serta jumlahnya yang bertambah, salah satu extension yang akan menjadi favorit saya adalah ConceptDraw MindWave.

Untuk memanggil kembali user yang ‘meninggalkan’ Wave, Google juga memberikan banyak contoh pada blog mereka dari kerja kolaborasi yang digunakan di berbagai bidang, termasuk penggunaan cara kerja jurnalisme baru yang digunakan Mashable dalam melakukan wawancara serta banyak contoh lain, yang mungkin bisa membuat anda berpikir kembali untuk menggunakan Google Wave.

Anda bisa membaca pengumuman lengkap tentang Google Wave ‘baru’ ini di sini, kemudian untuk fitur baru extension gallery di sini, kemudian untuk anda para developer yang tertarik dengan Wave API, anda bisa membaca pengumuman lengkap serta perkembangan terbaru dari API mereka di sini.

Saya sendiri langsung tertarik untuk mencoba kembali Wave ‘babak dua’ ini, meskipun pertanyaan lanjutan muncul di kepala saya: “dengan siapa saya harus melakukan kerja kolaborasi?” Karena Wave adalah tentang kerja kolaborasi, dan pertanyaan tentang sistem kerja di sini yang mendukung kerja kolabiras kolaborasi penuh masih tetap relevan karena aplikasi ini akan berguna jika sistem kerja kita pun telah mendukung penuh kerja kolaborasi.

Bagaimana dengan anda, apakah Google Wave layak mendapatkan kesempatan kedua? Atau anda sudah terlalu malas untuk menggunakannya karena kecewa dengan gegap gempita yang hanya ada pada awal kemunculan Google Wave? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.

source : dailysocial.net

Ini salah satu alasan kenapa saya suka Kaskus, they listen to their users. Memasang iklan di sebuah situs web memang merupakan pekerjaan yang tidak mudah, harus menelepon ke sales dan meminta rate card, negosiasi, mengirimkan pembayaran, kwitansi, aahhh.. repot!

Kenapa tidak membuat sebuah sistem online yang memungkinkan seseorang untuk beriklan di sebuah website 100% melalui media online? Itulah yang telah diselesaikan oleh Kaskus dengan KAD (Kaskus Ad). Di situs tersebut anda bisa langsung register dan memasang iklan di Kaskus, tentunya jika anda sudah memiliki invite code dari Admin Kaskus. Kabarnya, permintaan invitation code untuk KAD ini lumayan besar lho, menandakan ketertarikan orang untuk beriklan di Kaskus.

Saya sendiri belum mendapatkan invitation code untuk register ke situs ini, namun agaknya relatif sama dengan platform OpenX atau ad manager lainnya. Disana yang pasti anda bisa mengupload banner dan menempatkan banner ada (beserta link) di forum Kaskus sesuai dengan timeframe yang anda pilih. Untuk metode pembayarannya pun hanya bisa menggunakan KasPay, platform pembayaran milik Kaskus.

Menurut saya KAD ini bisa menegaskan karakteristik dari Kaskus yaitu : from user for user. Menurut anda?

Source : dailysocial.net

Twitter dikabarkan sedang melakukan uji fitur yang berhubungan dengan relasi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya. Fitur bernama ‘You Both Follow’ ini memungkinkan pengguna untuk melihat siapa saja orang yang anda serta user lain sama-sama follow.

Seperti yang dituliskan oleh TechCrunch, fitur yang sedang di uji pada sekitar 10% pengguna Twitter ini mirip dengan fitur yang dimiliki Facebook saat ini yaitu fitur friends in common. Fitur ‘You Both Follow’ juga secara teori hampir sama seperti fitur Facebook tersebut, misalnya anda sedang melihat akun DailySocial, maka nantinya di bagian atas tab following akan ada keterangan tentang siapa saja user lain yang anda dan DailySocial sama-sama follow.

Berita tentang fitur baru ini muncul ketika salah seorang Twitter engineer mem-post tweet yang berisi keterangan tentang uji fitur baru Twitter ini, dan masih seperti yang ditulis TechCrunch, Twitter juga sepertinya akan mengembangkan lebih jauh lagi fitur ini.

Kita tunggu saja, apakah fitur ini lolos uji dan akan dinikmati oleh user umum, kalau saya sendiri sepertinya akan menunggu fitur ini bisa digunakan, meski harus mengakses Twitter web, karena sepertinya akan menarik untuk melihat relasi antar user di twitterverse, minimal memudahkan untuk mem-follow orang lain dengan interest following user yang sama. Selain itu, menjadi menarik juga untuk melihat bagaimana para pengembang pihak ketiga akan mengintegrasikan fitur ini dalam aplikasi mereka.

Bagaimana dengan pendapat anda? Apakah fitur baru ini nantinya akan berguna bagi anda? Mari share pada kolom komentar.

Source : dailysocial.net